2026-05-25
Koreksi Kelopak Mata Pria Tanpa Sayatan (Non-Incisional Ptosis Correction)
Kasus koreksi kelopak mata pria untuk mengatasi mata mengantuk dan kulit kendur dengan hasil alami tanpa sayatan.

* Informasi Dasar
# Pria usia 20-an
# Kekuatan membuka mata: Sedikit kurang
# Kulit kendur: Banyak (lipatan ganda/multiple folds)
# Ketebalan kulit: Sedang
* Konsultasi
# Pasien datang untuk memperbaiki kesan wajah yang terlihat mengantuk dan lelah karena kurangnya kekuatan saat membuka mata.
# Terdapat banyak kulit yang kendur dan kondisi lipatan mata yang bertumpuk. Jika garis dibuat terlalu tipis, efek operasi mungkin tidak terlihat karena kulit yang kendur, sehingga direncanakan pembuatan lipatan mata dalam (inner double eyelid).
# Kesan mata yang tertutup akibat lipatan mongol diputuskan untuk diperbaiki dengan bedah canthoplasty (epicanthoplasty).
* Rencana Operasi
# Koreksi kelopak mata tanpa sayatan (Non-incisional ptosis correction)
# Epicanthoplasty (Anterior canthoplasty)


* Perkembangan Setelah Operasi
# Pasien merasa puas karena membuka mata menjadi lebih nyaman dan pandangan mata terlihat lebih jelas dibandingkan sebelum operasi.
# Operasi mata pria sangat mementingkan perubahan yang alami tanpa terlihat berlebihan atau berminyak.
# Operasi mata pria dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai preferensi, seperti: ‘1. Garis yang sama sekali tidak terlihat, 2. Bentuk yang tidak terlihat di bagian dalam tetapi melebar ke arah belakang, 3. Bentuk di mana sedikit garis terlihat seperti inner double eyelid sejak awal, 4. Garis in-out yang jelas hingga out-line’, dan lain-lain.
# Koreksi kelopak mata adalah operasi fungsional. Bagi mereka yang kesulitan membuka mata dan sering mengeluhkan sakit kepala atau kerutan di dahi, disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis bedah plastik.




Konsultasi dan operasi harus dilakukan oleh spesialis bedah plastik!
VIBE yang berasal dari pengalaman kaya
Direktur Utama Vibe Plastic Surgery, Yoo Young-moon
Komplikasi dan efek samping seperti pendarahan, peradangan, infeksi, dan asimetri dapat terjadi setelah operasi tergantung pada masing-masing individu, sehingga diperlukan kehati-hatian.