2026-05-25
7. Blefaroplasti Bawah (Lower Blepharoplasty)
Panduan lengkap blefaroplasti bawah untuk mengatasi kantung mata, kerutan, dan lingkaran hitam oleh spesialis bedah plastik.

Halo.
Saya dr. Yoo Young-moon, spesialis bedah plastik.
Mari kita bahas tentang ‘deformitas palung air mata’ (tear trough deformity), yang secara medis merupakan diagnosis yang lebih akurat untuk apa yang biasa dikenal sebagai #lingkaranhitam, #mata_kendur, dan #lemak_mata_menonjol.
Baru-baru ini, saya melihat video di YouTube dari seorang direktur klinik yang menyatakan bahwa lingkaran hitam tidak bisa diobati dengan operasi. Menonton video tersebut, saya hampir tidak setuju dengan apa pun, mulai dari penyebab hingga metode pengobatannya.. ^^;;
Sepertinya beliau bukan spesialis bedah plastik dan mungkin lebih banyak melakukan prosedur sederhana daripada operasi.
Tentu saja, ada kasus di mana perbaikan bisa dilakukan dengan prosedur sederhana, dan itu akan sangat bagus jika memungkinkan, tetapi kenyataannya, pendekatan bedah sering kali diperlukan. Terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia.
Materi yang saya siapkan hari ini mungkin tidak memiliki konten provokatif yang menarik perhatian (saya juga tidak punya bakat untuk itu ㅠ), tetapi jika Anda membacanya dengan tenang, saya yakin ini akan membantu.
* Penyebab
Jadi, mengapa hal ini terjadi?
Ada berbagai macam penyebab yang saling terkait secara kompleks sehingga membentuk lingkaran hitam. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan hasil yang memuaskan.
1. Tonjolan Lemak
: Lebih tepatnya, ini adalah ‘efek bayangan’ yang diciptakan oleh lemak yang menonjol.
: Seiring bertambahnya usia, dinding atau selaput yang mengelilingi lemak di bawah mata akan mengendur, sehingga lemak tersebut menonjol keluar.
: Ini sebenarnya adalah penyebab yang paling umum dan merupakan kasus di mana operasi memberikan efek terbesar.
2. Karakteristik Kulit
: Kulit wajah kita tidak terdiri dari satu lembaran atau satu kesatuan utuh.
: Kulit terhubung dalam potongan-potongan di setiap area (sekitar mata, pipi, sekitar mulut, dahi, dll.).
: Dan kulit di setiap potongan tersebut memiliki ketebalan, warna, ukuran pori, dan tekstur yang berbeda.
: Karena area lingkaran hitam berada tepat di perbatasan potongan kulit tersebut, perbedaan tekstur dan ketebalan kulit sering kali terasa sangat kontras.
3. Posisi Pembuluh Darah dan Pigmen
: Jika Anda menyentuh area lingkaran hitam, Anda bisa langsung merasakan tulang di bawahnya, bukan?
: Karena kulitnya tipis, pembuluh darah atau pigmen berada sangat dangkal.
: Fenomena kebiruan yang muncul dari sana juga merupakan salah satu penyebabnya (ini juga disebut efek Tyndall).
* Pemeriksaan Fisik
Mari kita lihat metode diagnosisnya.
Untuk memahami penyebab dan menentukan metode pengobatan, poin-poin berikut harus diperiksa:
- Elastisitas kulit
- #Snapback test
- Derajat penonjolan lemak
- Ada tidaknya palung air mata (tear trough)
- Kekenduran dan kekosongan pipi depan
* Metode Operasi
Elastisitas Kulit/Otot | Baik | Baik | Buruk | Buruk | Buruk |
Snapback test | Baik | Buruk | Buruk | ||
Derajat Tonjolan Lemak | Sedang | Sedang | Sedang ~ Parah | Parah | Parah |
Palung Air Mata | (-) | (+) | (-) | (+) | (+) |
Lainnya | Pipi depan kendur/kosong | ||||
Metode Operasi | #EksisiLemakTranskonjungtiva | #ReposisiLemakTranskonjungtiva | #BlefaroplastiBawah | Blefaroplasti Bawah + #Canthopexy | Blefaroplasti Bawah + Canthopexy + #MidfaceLift |
Berdasarkan pemeriksaan fisik, metode operasi yang tepat akan dipilih.
1. Eksisi Lemak Subkonjungtiva

Ini adalah metode untuk menghilangkan lemak yang menonjol di bawah mata dengan mengaksesnya melalui konjungtiva (bagian merah di dalam mata).
Untuk kulit yang keriput, terapi tambahan seperti laser atau suntikan (#PRP, #PN, dll.) dapat dilakukan.
#EksisiLemakTranskonjungtiva
2. Reposisi Lemak Subkonjungtiva
Metode ini melibatkan penyayatan konjungtiva, meratakan lemak mata yang menonjol, dan menempatkannya kembali di bawah palung air mata.
Jika palung air mata dalam, hanya membuang lemak saja tidak cukup, sehingga reposisi diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.


#ReposisiLemakTranskonjungtiva
3. Blefaroplasti Bawah (Lower Blepharoplasty)
Metode ini melibatkan sayatan tepat di bawah bulu mata kelopak mata bawah untuk mereposisi lemak, membuang kulit dan jaringan lunak yang kendur, lalu mengencangkannya dengan kuat.
Metode ini lebih berguna daripada operasi melalui konjungtiva (nomor 1 dan 2 di atas) jika kekendurannya parah, dan memiliki keuntungan karena dapat mengatasi kerutan serta kekenduran kulit.



#BlefaroplastiBawah
4. Blefaroplasti Bawah + Midface Lift
Dalam proses penuaan, sering kali tidak hanya lemak bawah mata yang menonjol, tetapi juga pipi depan yang ikut kendur.
Dalam kasus ini, melakukan Midface Lift bersamaan dapat mereposisi volume pipi depan serta area bawah mata, memberikan hasil yang lebih alami dan tampak lebih muda.



* Kemungkinan Komplikasi Setelah Operasi dan Cara Penanganannya
1. Edema Konjungtiva (Pembengkakan)
Biasanya terjadi karena sirkulasi limfatik yang tidak lancar akibat kerusakan pembuluh limfa.
Pembuluh limfa tidak terlihat dengan mata telanjang dan menyebar seperti jaring laba-laba, sehingga pasti akan terputus saat operasi dilakukan.
Selama pemulihan pasca operasi, koneksi pembuluh limfa akan beregenerasi.
Namun, jika area pembedahan terlalu luas, kerusakan pembuluh limfa bisa parah dan pembengkakan konjungtiva ini bisa berlangsung lama.
Dari sisi dokter bedah, satu-satunya cara adalah meminimalkan pembedahan, dan karena komplikasi ini cenderung bertahan lama jika sudah terjadi, ini cukup menyita perhatian. Namun, dalam banyak kasus, pemulihan total terjadi dalam 3-4 minggu, jadi tidak perlu terlalu khawatir.
Cara Penanganan) Air mata buatan, obat tetes mata steroid, suntikan hyaluronidase, dan jika bertahan lama, konsumsi steroid oral dapat dipertimbangkan.
2. Ektropion (Kelopak Mata Terbalik)
Hanya memotong kulit dalam jumlah banyak karena kendur adalah metode yang sama sekali tidak boleh dilakukan.
Fiksasi suspensi yang kuat pada otot dan jaringan lunak harus dilakukan agar tidak kendur kembali dan bertahan lama, serta untuk menghindari komplikasi serius seperti ektropion.
Ektropion yang terjadi setelah blefaroplasti bawah (kiri) dan setelah koreksi bedah (kanan).
Penanganan) Pada tahap awal, taping atau jahitan kelopak mata bisa efektif, tetapi jika berlanjut lama, diperlukan koreksi bedah.
Demikian postingan mengenai operasi estetika bawah mata ini saya akhiri.
Sebenarnya ada begitu banyak materi yang tidak bisa dimuat seluruhnya dalam satu postingan ini, tetapi saya telah merangkum poin-poin yang saya anggap paling penting.
Bagaimana? Apakah ini membantu Anda memahami area bawah mata dengan lebih baik?
Selamat Tahun Baru untuk semuanya, dan semoga tahun ini penuh dengan hal-hal baik bagi kita semua ^^